SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA

MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA

Pada abad 1M sebelum islam datang,bangsa Indonesia telah membangun peradaban baru hasil akulturasi antara unsur kebudayaan asli dengan kebudayaan Hindu-Budha yang berasal dari India,antara lain : Kerajaan kutai di Kalimantan,kerajaan tarumanegara di jawa barat,kerajaan sanjaya atau mataram hindu di jawa tengah,kerajaan singosari,kediri dan majapahit di jawa timur,dll.

Keberadaan kerajaan-kerajaan tersebut telah membawa nama Indonesia kedalam persatuan perekonomian dunia melalui aktifitas perdagangan. Perdagangan tersebut telah mencapai kewilayah barat sampai Madagaskar dan keutara sampai cina. Bangsa-bangsa yang berpeluang berinteraksi dengan bangsa Indonesia meliputi bangsa cina,India,arab,dll.

Kerajaan sriwijaya menjadi kerajaan maritime terbesar di Asia tenggra pada abad ke-7,sehingga mendapat sebutan zabag,zabay/sribusa. Peranan perdagangan sangat penting karena disamping berdagang mereka juga ikut menyebarkan agama Islam terutama kepada para penduduk pesisir pantai. Komunitas muslim yang terdiri atas percampuran antara bangsa arab dengan penduduk local menjadi penggerak utama islamiyah di Indonesia.

Seminar tentang sejarah masuknya islam ke Indonesia diselenggarakan di medan,17 – 20 maret 1963 dan ditemukan bahwa agama islam perrtama kali masuk ke Indonesia pada abad 1 H/ke-7 M ,dan langsung dari arab yang didukung para ahli sejarah seperti:

Sir Thomas Arnold dalam bukunya The Preacing of Islam mengatakan bahwa agama islam masuk ke Indonesia sejak abad 1 H dan langsung dari Makkah dan Mesir,bukan dari Gujarat.

Profesor Sayyid Qomarullah Ahmad menyatakan kontak permulaan terjadi pada 674 M.

Zainal Arifin Abbas menyatakan Agama Islamtelah masuk ke Indonesia pada abad ke –7 M atau abad 1 H.

H.M.Zainuddin berpendapat Agama islam masuk ke Indonesia sejak abad ke-7 M.

Agama islam masuk ke Indonesia melalui 2 jalur, yaitu : jalur utara dengan rute makkah – madinah – damaskus – Baghdad – Gujarat – (pantai barat india) – srilangka – samudra pasai. Jalur selatan dengan rute Makkah – madinah – aden – hadramaut – Gujarat – srilangka – samudra pasai. Dakwah islamiyah di Indonesia berlangsung dengan cara damai dan berangsur-angsur. Saluran-saluan islamisasi di Indonesia pada permulaan melalui perdagangan, perkawinan, dan pembebasan budak.

Daerah-daerah yang prtama kali menerima agama islam adalah pantai ageh bagian utara yang bernama saudra pasai, kemudian daerah pesisir sumatrawilayah pantai barat dikota barus (tapanuli) ditemukan makam Syekh Mukaiddin yang berangka tahun 670 M.

PERKEMBANGAN ISLAM DI INDONESIA
Islam di Sumatra

Agama islam masuk ke Sumatra pada abad ke-7 M, dan berkembang dengan pesat terutama sejak kehancuran kerajaan sriwijaya karena serangan raja Rajendracoladewi dari India pada tahun 1030 M. Kerajaan samudra pasai menjadi pijakan agam islam karena merupakan kerjaan pertama di Indonesia yang terletak di kampung samudra ditepi sungai pasai yang berdiri pada pertengahan abad ke-13 M dan letaknya di kawasan perairan selat malaka.

Sultan Malikus Saleh telah membangun armada dagang yang besar, sementara Sultan Malikuz Zahirmenjadikan kerajaan samudra pasai sebagai pusat dan kajian ilmu agama. Ibnu Bathuthah mengarang buku rihlah Ibnu Bathuthah. Ulama’ dikerajaan pasai adalahAmir Said As Syirazy seorang Qodli’ yang bersal dari syiraz (iran) dan Tajuddin Al Isfahani seorang mufti dari isfahan (iran).

Kerajaan samudra pasai mengalami kemajuan selama 3 abad dan mengalami kemunduran pada abad 14 M,karena serangan kerajaan Majapahit dan digantikan kerajaan sriwijaya.

Pada abad ke-16 M,di sumatera utara muncul kerajaan aceh yang didirikan oleh Sultan Ali Mughayat Syah. kerajan aceh berpusat di pidiedan rajanya yang terkenal adalah Sultan Iskandar Muda,dakwahnya smpai ke wilayah deli, johor, bintan, pahang, kedah, perak dan nias.Sepeninggal Sultan Iskandar Muda (1607 M – 1636 M) Aceh mengalami pasang susut dan ditundukkan oleh penjajah belanda pada abad ke-19.Ulama’ yang terkenal : Syekh Abdurrauf Al Fansuri karyanya Tafsir Baidlawi, Miratut Tullab berisi ilmu fiqih, As Sirathal Mustaqim dan Bustanus Salatin karya Syekh Nurudin Ar-Raniri.

Islam di Aceh

Pada tahun 674 M, Muawiyah di utus Raja Tha – cheh mengirimkan utusan ke kerajaan kalingga padamasa pemerintahan Ratu Simo untuk mengetahui keadaan negrinya.

Di desa Leran, Manyar, Gresik ditemukan makam Fatimah binti maimun bin Haibatallah berangka tahun 475/495 H (1082 – 1101 M) dengan demikian dapat diketahui bahwa sebelum kedatangan Maulana Malik Ibrahim di Gresik, sudah terdapat pemeluk Agama Islam di jawa. Dakwah islamiyah berjalan intensif pada abad ke–14 dan ke-15 M.

Para pembawa dan penyebar islam didaerah pesisir utara pulau jawa diberi gelar Wali Songo. Para Wali songo itu pada mulanya adalah para santri dari para Muballigh yang datang ke jawa dari luar negeri. Yang disebut Wali songo itu adalah:

- Maulana Malik Ibrahim, makamnya di Gresik , jawa timur 
- Raden Rahmat (Sunan Ampel),makamnya di Ampel Surabaya 
- Makhdum Ibrahim (Sunan Bonang),makamnya di Tuban, jawa timur 
- Raden Paku (Sunan Giri),makamnya di Giri dekat Gresik 
- Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati), makamnya di jakarta 
- Ja’far Shadiq (SunanKudus), makamnya di Kudus 
- Raden Prawoto (Sunan muria), makamnya di Gunung Muria 
- Syarifuddin (Sunan Drajad), makamnya di Paciran, Kab. Lamongan, Jatim 
- R. M. Sahid (Sunan Kalijaga), makamnya di jawa tengah bagian selatan. 

Islam di Sulawesi

Salah satu media dakwah islamiyh pada awal perkembangan islam melalui perdagangan antar pulau. Pada abad ke-16 pedagang dari luar jawa seperti maluku, Kalimantan, sulawesi, dan lain-lain datang ke Gresik untuk berdagang dan belajar agama islam di pesantren Sunan Giri untuk menyebarkan agama islam ke daerahnya masing-masing.

Agama islam masuk ke sulawesi sejak abad ke-16 dan berkembang pesat pada abad ke-17 setelah Raja Gowa dan Tallo menyatakan masuk islam. Raja Gowa yang pertama masuk islam ialah Daeng Manrabia yang berganti nama Sultan Alauddin Awwalul Islam, sedang Raja tallo bergelarSultan Abdullah.Muballigh yang menyebarkan agama islam di sulawesi antara lain : Katib Tunggal, Datuk Ribandang, Datuk Patimang, Datuk Ri Tiro, dan Syehkh Yusuf Tajui Khalwati.

Dakwah islamiyah ke sulawesi berkembang terus sampai ke daerah kerajaan bugis, wajo, sopeng, sindnreng,dan lain-lain. Pelaut-pelaut bugis berlayar menjelajah ke seluruh dunia sampai ke aceh, salah satunya Daeng Mansur(pembesar bugis) di Aceh dikenaldengan panggilan Tengku di bugis, puterinya bernama sendi, ia kawinkan dengan Sultan Iskandar Muda (raja besar aceh), sejak itulah hubungan aceh-bugis menjadi erat.

Islam di Kalimantan

Dakwah islam ke pulau Kalimantan pertama kali oleh para pedagangdari malaka,palembang, dan jawa.mereka bertempat tinggal di pesisir barat pulau Kalimantan, yaitu daerah kekuasaan kerajaan sukadana.pada tahun1950 raja sukadana memeluk islam dan berganti nama menjadi Sulatan Giri Kusuma, ia digantikan oleh puteranya, Sultan Syarifuddin ia mengembangkan ajaran islam bersama Syekh Syamsuddin.

Kerajaan Demak mengirim muballigh untuk berdakwah di bagian selatan pulau Kalimantan. Raja Banjar Raden Samudra masuk islam dan berganti nama Sultan Suryanullah, agama islam semakin berkembang di Kalimantan sejak Ia mengalahkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya.

Pada abad ke-18 lahir seorang ulama’besar di banjar bernama Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari, ia belajar di Makkah dan Madinah bersama Syekh Abdus Shamad dari palembang, SyekhAbdurrahman Masri dari Jakarta dan Syekh Abdul Wahab dari bugis. Ia juga menulis buku seperti Sabilul Muhtadin,Al Qaulul Muhtar,dan lain-lain

Di Kalimantan timur dakwah islamiyah banyak dilakukan oleh para pedagang dari Makasar, yang berdagang diantara perairan selat makasar dan sungai mahakam. Daerah yang pertama menerima agama islam adalah kutai, terjadi abad ke-16.

Islam di Maluku

Maluku adalah daerah penghasil rempah-rempah terbanyak di Indonesia. Agama islam masuk ke maluku melalui aktifitas perdaganganrempah-rempah,di maluku ada empat kerajaan, yaitu : ternate, tidore, bacan, dan jailolo, yang menjadi pusatperdagangan adalah ternate.

Pada abad ke-15 agama islam masuk ke ternate dan rajanya berganti nama menjadi Sultan Mahrun, penggantinya bernama Sultan Zainal Abidin, ia bersama Datuk Mulia Husinmengembangkan agama islam di maluku dan irian sampai ke Filipina selatan

Pada abad ke-15, tidore menerima islam yang dibawa oleh Syekh Mansur. Raja tidore yang pertama masuk islam bernama Cirali Lijitu yang berganti nama Sultan Jamaluddin, sepeninggal Sultan Jamaluddin kerajaan tidore di pegang oleh puteranya yang bernama Sultan Mansur.

Raja Bacan masuk islam pada tahu 1521 dan berganti nama Sultan Zainul Abidin, wilayah Bacan meliputi bacan, obi, waigeo, solawati dan misool, sementara itu kerajaan jailolo meliputi halmahera dan pesisir utara kepulauan seram, Rajanya bernama Sultan Hasanuddin.

Di kawasan Indonesia timur agama islam juga berkembang di kepulauan sumbawa dan sekitarnya pada abad ke-16 yang dibawa para muballigh dari makassar. Agama islam semakin berkembang di sumbawa setelah terjadi letusan gunung tambora pada tahun 1815 M seorang Ulama’ bernama Haji Ali memperingatkan rakyat sumbawa agar bertobat dan menjadikan kerajaan sumbawa sebagai kerajaan islam terkenal dengan nama sumbawa besar.

Di lombok agama islam di sebarkan oleh Muballigh dari bugis. Penduduk lombok yang memeluk islam disebut orang sasak.

Demikianlah Dakwah islamiyah telah memasuki seluruh wilayah Indonesia melalui aktifitas perdagangan.dapat dikatakan bahwa sampai abad ke-17 hampir seluruh wilayah Indonesia telah memeluk agama islam.

0 Response to "SEJARAH MASUKNYA ISLAM DI INDONESIA"

Posting Komentar